Kharlea
Hai, kali ini aku akan menulis tentangmu. Saat pertama kali aku mengagumimu waktu di tempat fotocopy(bursa) kampus, kulihat tatapan mu yang tajam, dengan dibalut dengan busana hitam, membuatku terpesona akan pertemuan ini. Sayang, aku tak bisa mengenali mu siapa. Kucari tau lah tentang dirimu, dengan penuh keandalan-ku. Instagram mempertemukan ku atas keberadaanmu, tapi apa daya tidak semudah itu mengenalimu.
Beberapa hari kemudian, aku bertemu kamu kembali di meja panjang (kanopi) kampus. Ku lihat kau duduk dengan seseorang yang aku kenali, kusapa teman ku dengan alasan melirik mu kembali dan respon mu masih sama tatapan tajammu, membuat aku ingin berjalan lurus keparkiran alias pulang. Hari itu keajaiban datang, tiada angin tiada hujan, kamu merespon ku, tanpa sebab. Setelah perjalanan cinta yang kucari selama ini, aku merasakan ada kecanggungan datang dari lubuk hati ini.
Seminggu kegalauan datang menyelimutiku untuk menghubungimu dan akhirnya ku berhasil mengalahkan kegalauanku dengan keberanian. Semua kepesimisan ku slama ini ternyata salah, dia bkn orang yang kupikirkan ternyata (hari pertama aku bertemu dengannya). Aku mulai menyukainya, tidak di dia pikirku. Ku berusaha untuk mengabarinya kembali, feeling ku mengatakan dia orang yang tepat. Hingga pada akhirnya aku benar, aku bergerak bkn berdasarkan logika, tapi hati. Aku menyayanginya, dia pun juga. Selama ini jika aku terus pakai logikaku, aku pasti terus mengalami kepesimisan yang berujung membuat ku tidak percaya.
Hingga saat ini, kami terpisahkan oleh jarak, semakin hari kita semakin dekat. Betapa bahagianya orang tua memberi lampu hijau, dengan catatan memberiku semangat (if you know what i feel so crazy). Dengan kedekatan ini, aku sangat mempercayainya. Segalanya aku berikan untuknya. Pada akhirnya, apa ini menjadi boomerang bagiku? No, aku tidak satupun ragu. Aku mengenali nya dia dengan detail person dan overprotektive person. wow, its good for me. Why? Dengan kedetailannya, kita memiliki tujuan yg jelas. Overprotektive? Kalau kamu tau dengan ke overan mu itu menandakan, sayang mu akan sesuatu itu besar. Sedangkan aku? Aku hanya menjadi penetralan nya. Its good relationship goals! Dan sampai sekarang aku mencintainya. Thankyou
Komentar
Posting Komentar